PurbalinggaNews – Acara Tarling (Tarawih Keliling) yang merupakan agenda rutin Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Purbalingga setiap Bulan Ramadan, tidak hanya bertujuan melaksanakan ibadah dan sarana meningkatkan keimanan serta ketakwaan saja, tetapi sebagai sarana untuk silaturahmi dengan masyarakat. Hal tersebut yang disampaikan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat menyampaikan sambutannya pada pelaksanaan Tarawih Keliling di Masjid Nurul Ikhlas Desa Sidanegara Kecamatan Kaligondang, Minggu (26/5).

“Agenda tarling ini tidak hanya sekedar kegiatan ibadah, akan tetapi ada tujuan salah satunya dalam rangka meningkatkan ukhuwah, meningkatkan persaudaraan, baik ukhuwah islamiah (persaudaraan sesama umat islam), ukhuwah bazariah (persaudaraan sesama bangsa), dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama umat manusia) antara ulama, umara dan juga umat,” kata Tiwi.

Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, seluruh stakeholder jajaran TNI, Polri, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat yang telah menyengkuyung program-program pemerintah selama ini dan senantiasa menjaga kondusifitas wilayahnya.

“Apabila kita menonton televisi dan membaca berita akhir-akhir ini, agak sedikit miris, karena apabila kita bandingkan Purbalingga dengan Jakarta jauh sekali. Jakarta situasi dan kondisi sedang tidak kondusif, akan tetapi alhamdulilah kita bersyukur tinggal di Kabupaten Purbalingga yang alhamdulilah kondusifitasnya sampai dengan hari ini, detik ini senantiasa terjaga,” ungkap Tiwi.

Ia juga menyampaikan terima kasih karena agenda-agenda pemerintah dimulai dari tahun 2018 lalu yaitu agenda Pilkades, dan Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2018 bisa berjalan dengan sukses, lancar, aman, damai, tertib, dan kondusif.

“Terima kasih selama ini karena agenda pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan juga berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun ada satu dua permasalahan tadi Pak Camat menyampaikan, masih ada pr-pr yang masih harus dituntaskan khususunya terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan, tentunya ini akan menjadi hal yang mudah apabila seluruh warga masyarakat di Kecamatan Kaligondang terutama Desa Sidanegara ini turut menyengkuyung dan guyub rukun. Insya Allah permasalahan-permasalahan akan dapat terselesaikan,” kata Tiwi.

Pada kesempatan tersebut Camat Kaligondang Suminto menyampaikan di Kaligondang salah satu permasalahannya di bidang kesehatan yaitu adanya stunting di Desa Sempor, Desa Brecek, dan Desa Cilapar sudah berkurang.

“Alhamdulillah untuk permasalahan stunting sudah berkurang. Untuk Desa Sempor yang tadinya ada 17 balita penderita stunting, sekarang sudah tinggal 6, bahkan kemarin tanggal 20 April mengikuti lomba posyandu tingkat kabupaten dan alhamdulilah juara dan mewakili Kabupaten Purbalingga di tingkat provinsi. Ini berkat dukungan rekan-rekan posyandu, puskesmas, pkk, pemerintah, dan juga dukungan dari masyarakat,” kata Suminto.

Ia juga menyampaikan dari 18 desa masih ada 3 desa yang masuk dalam kategori desa merah yaitu Desa Pagerandong, Sidareja, dan Selakambang.

“Di desa Pagerandong ada salah satu remaja bernama Sarbini yang memiliki inovasi membuat angklung 3 nada dan mewakili Purbalingga pada Lomba TTG (Teknologi Tepat Guna) di bidang Inovasi Teknologi Bidang Seni di tingkat provinsi, mudah-mudahan bisa menjadi juara,” harap Suminto.

Pada kegiatan tarling tersebut Bupati Tiwi berkenan menyerahkan bantuan dari Pemkab Purbalingga berupa paket sajadah, sarung, dan kerudung, 1 unit genset dan uang operasional untuk masjid sebesar 10 juta rupiah, bantuan untuk petugas masjid dari PMI dan Baznas masing-masing 600 ribu rupiah, 150 paket kerudung untuk masyarakat, bantuan untuk korban kebakaran, penderes jatuh, korban tanah longsor, dan bantuan untuk ODKB (Orang Dengan Kecacatan Berat). (PI-9)